Welding Machine (Alat Las): Jenis dan Kegunaannya dalam Perbaikan Bodi dan Sasis

Welding Machine (Alat Las): Jenis dan Kegunaannya dalam Perbaikan Bodi dan Sasis – Dalam dunia otomotif, terutama di bengkel perbaikan kendaraan, welding machine (alat las) merupakan salah satu peralatan paling vital. Tanpa mesin ini, mustahil melakukan perbaikan struktural seperti memperbaiki rangka (sasis), menyambung bodi mobil, atau mengganti panel logam yang rusak akibat benturan. Mesin las berfungsi untuk menyatukan dua bagian logam melalui proses peleburan dan pendinginan, sehingga menghasilkan sambungan yang kuat dan tahan lama.

Mesin las tak hanya digunakan oleh profesional otomotif, tetapi juga oleh pengrajin logam, industri konstruksi, hingga hobiis DIY (do it yourself). Namun, di bengkel mobil, alat ini memiliki peran khusus dalam memastikan integritas dan keamanan struktur kendaraan.

Seiring perkembangan teknologi, jenis dan metode pengelasan juga semakin beragam. Kini, bengkel modern menggunakan berbagai jenis mesin las dengan keunggulan berbeda — mulai dari las MIG, TIG, hingga las spot — yang masing-masing dirancang sesuai dengan kebutuhan perbaikan bodi dan sasis kendaraan.

Untuk memahami seberapa penting alat ini, mari kita bahas lebih dalam jenis-jenis mesin las yang umum digunakan serta fungsi spesifiknya dalam dunia perbaikan otomotif.


Jenis-Jenis Mesin Las dan Kegunaannya

1. Las MIG (Metal Inert Gas)

Las MIG, atau sering disebut GMAW (Gas Metal Arc Welding), merupakan jenis mesin las yang paling sering digunakan di bengkel bodi mobil. Mesin ini menggunakan kawat elektroda dan gas pelindung (biasanya argon atau campuran CO₂) untuk menciptakan sambungan logam yang halus dan kuat.

Kelebihan utama las MIG adalah:

  • Proses cepat dan mudah dikontrol, cocok untuk perbaikan bodi kendaraan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
  • Menghasilkan sambungan yang bersih, minim percikan, dan rapi.
  • Cocok untuk logam tipis seperti panel bodi mobil yang terbuat dari baja ringan.

Banyak bengkel menggunakan las MIG untuk menambal panel pintu, memperbaiki fender, atau menyambung bagian rangka luar mobil yang mengalami korosi atau retak.

2. Las TIG (Tungsten Inert Gas)

Berbeda dengan MIG, las TIG menggunakan elektroda tungsten yang tidak habis terpakai serta gas pelindung murni (biasanya argon) untuk menjaga kualitas hasil las. TIG dikenal karena akurasi tinggi dan hasil sambungan yang sangat bersih.

Kelebihan las TIG antara lain:

  • Cocok untuk berbagai jenis logam, termasuk aluminium, stainless steel, dan titanium.
  • Menghasilkan sambungan kuat dan tahan terhadap korosi.
  • Ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan presisi tinggi, seperti pengelasan tangki bahan bakar, komponen knalpot, atau bagian sasis motor sport.

Meski lebih lambat dan membutuhkan keahlian khusus, las TIG sering menjadi pilihan untuk perbaikan kendaraan kelas premium atau restorasi mobil klasik yang membutuhkan hasil akhir sempurna.

3. Las Spot (Resistance Spot Welding)

Las spot merupakan teknik pengelasan yang banyak digunakan dalam industri otomotif modern, terutama pada bodi kendaraan pabrikan. Teknik ini bekerja dengan mengapit dua lembar logam menggunakan elektroda dan mengalirkan arus listrik besar pada titik tertentu sehingga kedua logam menyatu karena panas resistansi.

Kelebihan las spot:

  • Cepat dan efisien untuk mengelas panel tipis.
  • Tidak memerlukan bahan tambahan seperti kawat atau gas.
  • Sering digunakan untuk menggabungkan panel pintu, atap, dan rangka bodi kendaraan.

Di bengkel perbaikan, mesin las spot sering digunakan untuk mengganti panel bodi tanpa merusak bagian sekitarnya, karena hasil lasnya presisi dan tidak meninggalkan jejak besar.

4. Las Stick (SMAW – Shielded Metal Arc Welding)

Las stick atau las busur manual merupakan metode klasik yang masih sering digunakan untuk perbaikan sasis kendaraan berat atau truk. Mesin ini menggunakan elektroda berbentuk batang yang dilapisi fluks sebagai pelindung sambungan.

Kelebihan las stick:

  • Dapat digunakan di luar ruangan, tidak terpengaruh angin atau cuaca.
  • Cocok untuk logam tebal seperti baja karbon pada rangka kendaraan.
  • Peralatannya sederhana dan mudah dibawa.

Namun, kekurangannya adalah hasil las yang kurang halus dan menghasilkan percikan lebih banyak dibanding MIG atau TIG.

5. Las Flux-Cored (FCAW – Flux Cored Arc Welding)

Jenis ini mirip dengan las MIG, tetapi kawatnya memiliki inti fluks yang berfungsi sebagai pelindung tanpa gas tambahan. FCAW banyak digunakan pada perbaikan bodi mobil yang berkarat atau rangka dengan ketebalan sedang.

Kelebihan FCAW:

  • Dapat digunakan di luar ruangan tanpa gas pelindung.
  • Proses cepat dan kuat pada logam tebal.
  • Cocok untuk pekerjaan darurat atau kondisi lapangan terbuka.

Peran Mesin Las dalam Perbaikan Bodi dan Sasis Kendaraan

Dalam proses perbaikan kendaraan, mesin las memiliki berbagai fungsi penting, tergantung pada bagian yang diperbaiki. Berikut beberapa peran utamanya:

1. Pemulihan Struktur Sasis

Ketika kendaraan mengalami kecelakaan berat, rangka atau sasis sering kali bengkok, retak, atau patah. Proses pengelasan digunakan untuk memperkuat dan menyatukan kembali bagian sasis, sehingga kendaraan dapat kembali kokoh seperti semula.

Biasanya digunakan las stick atau MIG untuk pekerjaan ini karena kekuatannya dalam menggabungkan logam tebal. Setelah dilas, rangka biasanya diuji ulang menggunakan alat ukur untuk memastikan keselarasan (alignment) tetap terjaga.

2. Perbaikan Panel Bodi

Panel bodi seperti pintu, kap mesin, atau fender sering kali rusak akibat benturan atau karat. Penggunaan las MIG atau las spot membantu teknisi untuk menambal, mengganti, atau menyambung panel tanpa merusak lapisan cat di sekitarnya.

Teknik ini memungkinkan hasil akhir yang lebih halus dan tampak alami, terutama ketika kendaraan akan dicat ulang.

3. Pembuatan atau Modifikasi Komponen

Selain perbaikan, mesin las juga digunakan untuk membuat bracket tambahan, dudukan aksesori, atau modifikasi rangka kendaraan. Misalnya, dalam dunia modifikasi motor dan mobil off-road, pengelasan digunakan untuk membuat roll cage, bumper custom, atau pelindung bawah bodi.

4. Restorasi Mobil Klasik

Dalam proyek restorasi, mesin las berperan penting untuk mengganti bagian logam lama yang sudah berkarat. Jenis las TIG sering digunakan karena mampu menghasilkan sambungan rapi tanpa merusak keaslian bodi kendaraan klasik.


Keselamatan dan Tips Menggunakan Mesin Las

Meski sangat berguna, pengelasan juga termasuk pekerjaan berisiko tinggi karena melibatkan panas ekstrem dan arus listrik besar. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm las otomatis, sarung tangan kulit, dan pakaian tahan api.
  • Pastikan area kerja memiliki ventilasi baik untuk menghindari paparan asap logam.
  • Jauhkan bahan mudah terbakar seperti bensin, cat, atau kain dari area las.
  • Selalu periksa kondisi kabel, elektroda, dan grounding sebelum mulai bekerja.

Kedisiplinan dalam aspek keselamatan tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga memastikan hasil pengelasan memiliki kualitas dan kekuatan maksimal.


Kesimpulan

Mesin las adalah jantung dari perbaikan bodi dan sasis kendaraan. Tanpa alat ini, mustahil melakukan penyambungan, penguatan, atau restorasi logam dengan hasil yang aman dan presisi.

Dari las MIG yang praktis, TIG yang presisi, hingga las spot yang efisien, setiap jenis memiliki keunggulan tersendiri sesuai kebutuhan pekerjaan. Pemahaman tentang perbedaan ini sangat penting bagi teknisi agar dapat memilih metode terbaik untuk setiap situasi.

Lebih dari sekadar alat, welding machine adalah simbol keterampilan dan ketelitian dalam dunia otomotif. Pengelasan yang baik bukan hanya menyatukan logam — tetapi juga mengembalikan kekuatan, keamanan, dan estetika kendaraan ke kondisi semula. Dengan teknologi las modern yang semakin canggih, proses perbaikan kini bisa dilakukan lebih cepat, lebih bersih, dan tentu saja lebih profesional.

Scroll to Top